Saya seorang introvert, tipe personality INTP. Tapi saya sering ditunjuk jadi ketua kelas, jadi ketua lembaga mahasiswa kampus, kerja mengajar di kelas, dan belakangan sempat menjadi Scrum Master.
Meski tentu saya jauh lebih menikmati menjadi Man Behind the Code, tapi setidaknya sebagai introvert, saya tidak menutup diri dari bersosialisasi dengan orang. Justru mitos bahwa introvert itu orangnya enggak friendly adalah hal yang ingin saya dobrak. Lawan itu "kelemahan"! tantang saya pada diri sendiri.
Tapi memang agaknya benar, introvert butuh effort lebih untuk "menikmati" interaksi sosial, terlebih dengan orang yang baru dikenal, seperti saat bertemu orang di perjalanan.
Saya lupa sejak kapan, namun jika naik kendaraan umum, lalu mengobrol dengan seseorang yang baru—misal penumpang di kursi sebelah—saya selalu memulai dengan pertanyaan, "Masnya ini arah pulang atau berangkat?" Ini adalah contoh pertanyaan open-ended question karena apa pun jawabannya akan membuka kesempatan untuk pertanyaan selanjutnya. Karena yang saya tahu, setiap penumpang selalu memiliki arah tujuan; ada yang bekerja, wisata, bertemu saudara, atau pulang kembali ke keluarga. Dan pertanyaan itu agaknya ampuh bagi saya yang introvert untuk punya topik obrolan. Meski boleh jadi ending-nya pun sudah "kadung" mengobrol ke sana kemari hingga turun kereta pun tetap tak tahu nama, setidaknya satu hal: kita dapat cerita. Seperti hari ini, saya dapat cerita-cerita luar biasa, yang barangkali remeh atau biasa saja bagi orang lain, tapi menambah wawasan saya yang orangnya serba ingin tahu. Semoga lain waktu bisa saya ceritakan. Saya suka mendapat cerita, dan sepertinya pertanyaan ini akan tetap saya pakai jika kelak bertemu orang-orang baru lagi di perjalanan-perjalanan berikutnya.
Kereta Malang-Jakarta, 20 Januari 2024