17. Ternyata Kurang Satu Kata

Waktu kecil, kita sering ditanya, "Apa cita-citamu nanti?" Lalu kita menjawab seperti yang ‘diarahkan’ orang tua kita: "Aku mau jadi dokter... pil...

Waktu kecil, kita sering ditanya, "Apa cita-citamu nanti?"
Lalu kita menjawab seperti yang ‘diarahkan’ orang tua kita:
"Aku mau jadi dokter... pilot... presiden... polisi... masinis..."

Lalu kita tumbuh besar. Dan pelan-pelan kita sadar.
Kenyataan profesi tak seindah imajinasi masa kecil.

Kita kecewa. Kita merasa gagal.
Padahal... mungkin bukan mimpinya yang salah.
Mungkin cuma ada yang kurang.

Kalimat cita-cita itu ternyata KURANG SATU KATA.
Tapi dampaknya besar saat kita dewasa.

Yang kurang dari kalimat itu adalah…
kata: SEPERTI.


Jadi SEPERTI dokter—bisa menyelamatkan orang.

Jadi SEPERTI pilot—bisa mengantar orang pergi ke tempat yang jauh.

Jadi SEPERTI polisi—bisa melindungi masyarakat dari kejahatan.

Jadi SEPERTI masinis—bisa mengantarkan banyak orang pergi bekerja.

Jadi SEPERTI presiden—bisa membuat perubahan besar untuk banyak orang.

Profesi bisa datang dan pergi, berganti, atau tak trending lagi.
Tapi value, manfaat, dan keberkahan, lebih kekal untuk kita kejar.

Mungkin kamu bukan presiden, pilot, dokter, guru, polisi, atau tentara.

Tapi kalau pekerjaanmu berdampak baik,
kalau kehadiranmu berarti buat orang di sekitarmu...
Mungkin kamu sedang menjalankan cita-cita kecilmu…
dengan cara yang berbeda.

Malang, 9 Mei 2025
#100harinulis #100harimenulis #DiaryAnakIT