16. Kriteria Pekerjaan Yang Keren

Beberapa hari lalu, seseorang menyebut pekerjaan saya "keren". Hmmm... mungkin beliau belum tahu realita sehari-harinya. *FYI*, saya seorang programme...

Beberapa hari lalu, seseorang menyebut pekerjaan saya "keren". Hmmm... mungkin beliau belum tahu realita sehari-harinya. FYI, saya seorang programmer, yang kini sering disebut juga "Software Engineer".

Bagi saya, keren tidaknya sebuah pekerjaan tidak dilihat dari "nama" pekerjaan itu. Tidak juga dari gajinya, ruang ber-AC-nya, fasilitas, seragam, dan lain sebagainya.

Tapi yang utama adalah KEHALALAN.
Halal dalam aktivitas kerjanya,
halal dalam memperoleh pekerjaan tersebut.

Syukur-syukur dapat dua kriteria tambahannya:

  • mencukupi kebutuhannya, dan
  • dia senang dengan pekerjaan itu.

Semoga kalian dapat ketiga-tiganya:
(1) halal,
(2) mencukupi kebutuhanmu, dan
(3) kalian senang dengan kerjaan itu.

Minimal yang nomor (1), syukur-syukur dapat dua dari tiga kriteria itu.

Bahkan kalau kalian sampai dapat ketiga-tiganya sekaligus, orang Malang bakal bilang:

"umak Mbois ilakeS!!"
(Selain kata mbois, dibaca terbalik, ya.)

Malang, 15 Mei 2025
#100harinulis #100harimenulis